Dampak Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak

Dampak Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak 

 

 

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyusun makalah ini.

Makalah ini merupakan panduan bagi para mahasiswa, untuk belajar dan mempelajari lebih lanjut tentang Dampak Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak. Yang bertujuan dapat menumbuhkan proses belajar mandiri, agar kreativitas dan penguasaan materi pelajaran optimal sesuai dengan yang di harapkan.

Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat membantu mahasiswa  dalam mengetahui tentang bagaimana bersosialisasi dengan baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa menjadi sahabat dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang. Kritik dan saran dari bapak/ ibu dan juga teman-teman tetap saya harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan untuk belajar ke depan.

Penulis

(Prapto Prasojo)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

Sosialisasi masyarakat merupakan sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan  atau nilai dan aturan dari masyarakat terhadap individu dan dapat menghasilkan kebudayaan. pendidikan merupakan faktor penting bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan faktor pendukung yang memegang peranan penting di seluruh sektor kehidupan, sebab kualitas kehidupan suatu bangsa sangat erat dengan tingkat pendidikan.

Pada zaman yang modern ini pendidikan mulai terpengaruh dari faktor mana saja. Salah satunya dari faktor masyarakat. Masyarakat sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak karena anak tinggal di dalam suatu masyarakat tertentu.

Melihat pentingnya perkembangan pendidikan anak dan dampaknya yang besar dari sosialisasi masyarakat. Maka ditulislah makalah ini dengan judul Dampak Sosialisasi Masyarakat bagi Perkembangan Pendidikan Anak. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua kalangan.

 

1.2           Rumusan Masalah

Rumusan dari makalah ini yaitu :

  1. Pengertian sosialisasi

  2. Agen – agen yang berperan dalam proses sosialisasi

  3. Jenis dan Pola Sosialisasi

  4. Pengaruh Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak

1.3           Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan makalah ini yaitu :

  1. Memenuhi Tugas Ilmu Sosial Dasar

  2. Menginformasikan yang Berhubungan Dengan Sosialisasi
  3. Menginformasikan Tema Dari Makalah Ini

1.4           Sistematika Penulisan

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Penulisan

1.4  Sistematika Penulisan

BAB II           

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sosialisasi

2.2 Agen – Agen yang Berperan dalam Proses Sosialisasi

2.3 Jenis dan Pola Sosialisasi

2.4 Pengaruh Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Sosialisasi

 

Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli :

  1.  Charlotte Buhler

Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.

  1. Peter Berger

Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

  1. Paul B. Horton

Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

  1. Soerjono Soekanto

Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

2.2           Agen – Agen yang Berperan Dalam Proses Sosialisasi

Dalam proses sosialisasi pasti terdapat beberapa agen atau pihak yang terlibat.Agen sosialisasi meliputi keluarga, teman bermain, sekolah dan media massa.

  1. Keluarga

Keluarga merupakan agen pertama dalam sosialisasi yang ditemui oleh anak pada awal perkembangannya.

  1. Teman bermain

Keluarga merupakan agen pertama dalam sosialisasi yang ditemui oleh anak pada awal perkembangannya.

  1. Sekolah

Sekolah sebagai agen sosialisasi merupakan institusi pendidikan di mana anak didik selama di sekolah akan mempelajari aspek kemandirian, prestasi, universalisme serta spesifisitas.

  1. Media massa

Agen sosialisasi yang terakhir adalah media massa di mana melalui sosialisasi pesan-pesan dan simbol-simbol yang disampaikan oleh berbagai media akan menimbulkan berbagai pendapat pula dalam masyarakat.

2.3           Jenis dan Pola Sosialisasi

Jenis sosialisasi dibagi menjadi 2 yaitu : sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungan keluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga. Sedangkan sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu anak mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya.

Pola sosialisasi mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi, terdapat dua pola, yaitu represif dan partisipatoris. Represif menekankan pada penggunaan hukuman, memakai materi dalam hukuman dan imbalan, kepatuhan anak pada orang tua, komunikasi satu arah, nonverbal dan berisi perintah, orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, keluarga menjadi significant others. Sedangkan sosialisasi partisipatoris menekankan pada individu diberi imbalan jika berkelakuan baik, hukuman dan imbalan bersifat simbolik, anak diberi kebebasan, penekanan pada interaksi, komunikasi terjadi secara lisan, anak pusat sosialisasi sehingga keperluan anak dianggap penting, keluarga menjadi generalized others.

Seseorang akan mengalami proses sosialisasi yang bersifat terus menerus selama individu tersebut hidup mulai dari anak-anak sampai mereka dewasa. Termasuk pula sosialisasi gender akan pula dialami oleh individu baik laki-laki maupun perempuan. Sosialisasi Gender mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh masyarakat dalam mempelajari identitas gender dan berkembang menurut norma budaya tentang laki-laki dan perempuan.

2.4           Pengaruh Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak

Sosialisasi dalam masyarakat sengatlah penting dan tentunya membawa berbagai pengaruh pada perkembangan anak. Pengaruh tersebut juga terjadi dalam perkembangan pendidikan anak. Sosialisasi masyarakat tentu memberikan dampak, baik dampak negatif ataupun dampak positif. Berikut adalah beberapa dampak dari sosialisasi masyarakat terhadap perkembangan pendidikan anak.

a.       Dampak Positif

  • Seorang siswa akan mengalami kemajuan yang pesat dalam hasil belajarnya, jika semua lingkungan pendidikan saling mendukung satu sama lain.
  • Pergaulan dilingkungan masyarakat yang memiliki latar belakang yang baik akan membawa sang anak untuk menjadi lebih baik.
  • Mempersiapkan mental sang anak untuk melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi karena terbiasa bersosialisasi.
  • Menjadikan sosialisasi masyarakat sebagai tolak ukur baik atau buruk proses masuk kedalam kelompok sosial.
  • Menjadikan sosialisasi masyarakat sebagai sumber pengetahuan non-formal.

b.      Dampak Negatif

Seorang siswa akan mengalami kesulitan belajar, jika semua lingkungannya tidak saling mendukung satu sama lainnya.

  • Terbawa oleh dampak buruk yang dihasilkan sosialisasi masyarakat yang tidak sempurna.

  • Menghambat proses belajar jika lingkungan sosial uruk.
  • Membawa prilaku lingkungan sosial yang tidak baik kedalam lingkungan pendidikan.

BAB III

PENUTUP

 

3.1           Kesimpulan

Seorang anak mudah sekali berubah pola pikirnya. Tergantung bagaimana masyarakat disekitarnya mendidiknya atau memperlakukannya. Dalam hal ini peran keluarga sangat diperlukan untuk membimbing seorang anak dalam membantu perkembangan pendidikan sang anak karena keluarga adalah agen primer atau agen terpenting yang dapat menentukan pendidikan seorang anak.

3.2           Saran

Penulis menyarankan kepada seluruh orang tua untuk selalu mengawasi pendidikan anaknya sejak dini. Karena pendidikan adalah salah satu faktor penting seseorang dalam menjalani hidupnya. Dan juga pendidikan anak – anak sekarang akan menentukan bagaimana Indonesia kedepannya.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1943452-pengertian-sosialisasi/
  2. http://www.google.co.id/imgres?q=logo+gunadarma&num=10&hl=id&biw=1366&bih=631&tbm=isch&tbnid=48RNpRMTM4iP-M:&imgrefurl=http://dimalouwrahel.blogspot.com/2010/10/sekilas-universitas-gundarma.html&docid=BzVPkf8smu0sZM&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_TPdzDyiMKMA/TML_VfmAG-I/AAAAAAAAAB4/4z7NczWL8wg/s1600/logo_gunadarma2.jpg&w=300&h=298&ei=RYmjUN-yOYLtrQerqIGQBg&zoom=1&iact=rc&dur=1&sig=107029882783195594283&page=1&tbnh=141&tbnw=142&start=0&ndsp=16&ved=1t:429,r:0,s:0,i:69&tx=286&ty=290
  3. http://dindyprajaya.wordpress.com/
  4. http://rionugroho29.blogspot.com/
  5. http://ummaibath.blogspot.com/2012/03/pola-perkembangan-anak.html#!/2012/03/pola-perkembangan-anak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s