Strategi Mengajar Untuk Memotivasi Anak Dalam Menempuh Pendidikan

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyusun makalah ini.

Makalah ini merupakan panduan bagi para mahasiswa, untuk belajar dan mempelajari lebih lanjut tentang Strategi Mengajar Untuk Memotivasi Anak Dalam Menempuh Pendidikan. Yang bertujuan dapat menumbuhkan proses belajar mandiri, agar kreativitas dan penguasaan materi pelajaran optimal sesuai dengan yang di harapkan.

Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat membantu mahasiswa  dalam mengetahui tentang bagaimana bersosialisasi dengan baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa menjadi sahabat dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang. Kritik dan saran dari bapak/ ibu dan juga teman-teman tetap saya harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan untuk belajar ke depan.

Penulis

(Prapto Prasojo)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia pendidikan memegang peran penting dalam menentukan kehidupan bangsa pada masa yang akan datang. Begitu besar pengaruh dari dunia pendidikan untuk bangsa kita dimasa depan. Naik atau turunnya kualitas bangsa tergantung oleh bagaimana kualitas pendidikan di Negara itu sendiri.

Pendidikan anak usia dini harus berlandaskan pada kebutuhan anak, yang disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut di lingkungan di sekitarnya, sesuai dengan tahap perkembangan fisik dan psikologis anak, dilaksanakan dalam suasana bermain yang menyenangkan serta dirancang untuk mengoptimalkan potensi anak.

Salah satu indikator keberhasilan pendidikan secara mikro di tataran pembelajaran level kelas adalah tatkala seorang guru mampu membangun motivasi belajar para siswanya. Jika siswa-siswa itu dapat ditumbuhkan motivasi belajarnya, maka sesulit apa pun materi pelajaran atau proses pembelajaran yang diikutinya niscaya mereka akan menjalaninya dengan “enjoy”.

 

1.2           Rumusan Masalah

Rumusan dari makalah ini yaitu :

  1. Strategi Memotivasi
  2. Ide – ide Umum Untuk Suatu Motivasi

1.3           Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan makalah ini yaitu :

  1. Memenuhi Tugas Ilmu Sosial Dasar
  2. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan Strategi Memotivasi
  3. Menginformasikan Ide – Ide apa saja yang Biasa dipakai Untuk Memotivasi

1.4           Sistematika Penulisan

KATA PENGANTAR

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Penulisan

1.4  Sistematika Penulisan

BAB II           

PEMBAHASAN

2.1 Strategi Memotivasi

2.2 Ide – Ide Umum Untuk Suatu Motivasi

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1           Strategi Memotivasi

Strategi adalah suatu rangkaian tindakan untuk mencapai sasaran yang diharapkan. Untuk menuju ke pola pembelajaran yang dapat memotivasi siswa, perlu adanya perubahan sasaran yang harus dikembangakan.

Pertama : Perubahan Pola Pembelajaran.

Untuk mengubah pola pembelajaran tentu memerlukan perubahan sikap dari guru dalam menentukan sasaran pembelajaran. Perubahan yang harus dilakukan adalah perubahan dari :

1.   Sasaran menghafal menjadi berfikir kritis dilanjutkan meneliti, kemungkinan dengan penjelasan yang rasional

2.   Kegiatan meringkas, mengulas menjadi mengidentifikasi, merumuskan diteruskan dengan bertanya, menilai, berargumentasi dan berhipotesa

3.   Bertanya dengan kata apa, siapa, mengapa, dimana menjadi Bagaimana, Bagaimana kalau.. ? Apakah syah dan penting ?

4.   Tujuannya benar menurut fakta menjadi mendapat gagasan asli dari siswa dan memperbaiki yang lama.

5.   Pendekatan belajar mengulang menjadi menganalisa dan mencoba hal-hal baru

Kedua: Mengembangkan unsure-unsur yang mampu memotivasi

Para Pendidik ahli menawarkan ide-ide bagaimana membangun strategi memotivasi siswa lebih dari 200 ide yang disajikan dalam buku “ A Recource Guide for Secondary School Teaching “ terlampir. Ide-ide tersebut perlu kita kaji lebih lanjut, apakah ide-ide itu di sekolah kita dapat dilaksanakan seluruhnya, sebagian atau perlu modifikasi.

Dengan mengkaji ide-ide strategi motivasi dari sumber tersebut di atas, dapat diketahui ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran agar menumbuhkan motivasi siswa .Berikut adalah unsure-unsur yang mampu membangun motivasi anak:

1. Media Pembelajaran

Media adalah benda, baik yang berupa perangkat keras atau lunak yang menjadi perantara terjadinya proses belajar. Media yang dipergunakan bisa berbentuk alat peraga atau sarana. Alat peraga mengandung ciri –ciri konsep yang dipelajari. Fungsinya untuk menurunkan keabtrakan konsep agar siswa mampu menangkap arti dari konsep tersebut. Alat peraga bisa dibuat guru/ siswa atau pabrik. Sarana adalah media pembelajaran yang berfungsi agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik. Sarana yang dipergunakan dapat berupa perangkat keras atau perangkat lunak.

2. Materi Pembelajaran

Materi yang akan diberikan dipersiapkan dengan matang dengan memperhatikan kondisi siswa. Materi yang akan dibelajarkan meliputi isi/ materi ( konten), hubungan dengan bidang/ilmu lain (konteks) dan proses ( transformasi isi/materi ).

3. Strategi dan metode Pembelajaran

Strategi dan metode pembelajaran juga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Strategi dan metode yang dapat memotivasi siswa adalah strategi dan metode yang melibatkan siswa belajar sambil mengerjakan ( Learning by doing).

4. Sikap Guru

Guru yang tidak mau repot, puas hanya dengan sasaran belajar pada tingkat rendah ( sisi kiri dari pola pembelajaran di atas). Diharapkan Guru mulai mencoba mengubah sikap dengan mengarahkan sasaranpembelajarannya pada tingkat menegah atau tingkat tinggi.

Ketiga: Mendesain  Pembelajaran

Diharapkan setiap pembelajaran, siswa selalu termotivasi. Untuk menciptakan pembelajaran yang dimaksud perlu pola yang menggambarkan pembelajaran tersebut. Berikut salah satu pola pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi siswa. Pola ini disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran oleh para guru, mencakup sebelum, proses dan sesudah kegiatan pembelajaran.

A. Pra Kegiatan Pembelajaran

1. Siapkan kuantitas isi pelajaran dan langkah-langkah penyajiannya

2. Pilihlah dan siapkan alat bantu (media) dan atau contoh-contoh berupa benda-benda riil simulasi benda riil yang sesuai dengan materi bahasannya

3. Cek alat peraga/eksperimen sebelum dipergunakan baik jenis, urutan penggunaan dan fungsi alat tersebut.

4. Pilihlah strategi pembelajaran sesuai karakter perkembangan siswadan siapkan secara baik dan matang.

5. Mencoba menggali problem dan minat para siswa secara individu/ kelompok

B. Kegiatan Pembelajaran

I. Pendahuluan

1. Kemukakan tujuan belajar dengan jelas secara lisan atau tertulis

2. Libatkan siswa untuk berpartisipasi dalam menyiapkan alat peraga

3. Kenalilah siswa secara merata dan ciptakan suasana akrab

4. Berilah gambaran mengenai mengapa materi dipelajari, aplikasi nya dalam hidupan, anekdot-anekdot atau hal-hal menarik lainnya yang berhubungan dengan materi yang akan diberikan.

II. Penyajian materi

1. Memvariasikan prosedur atau metode dengan serasi dan tepat

2. Jangan biarkan siswa dalam kesulitan

3. Tanyakan mengenai kesulitan siswa atau berilah kesempatan bertanya

4. Berilah penghargaan dalam bentuk pujian, komentar, hadiah, atau bentuk lain yang relevan

5. Penyajian materi dengan alat peraga, audio, audio visual atau dengan contoh benda-benda riil yang teladisiapkan dengan baik

6. Berikan kegiatan dengan melibatkan semua siswa dan sediakan bagian siswa untuk kerjasama dengan kelompoknya

7. Berilah penjelasan untuk kata-kata asing yang belum banyak dikenal siswa

8. Berilah kesempatan siswa untuk menulis catatan penting

9. Memberikan motivasi (keyakinan, rasa simpati, kemampuan yang dimiliki, ambil bagian) siswa

III. Penutup

1. Berilah resume penting dan penguatan-penguatan materi yang barusaja dibahas.

2. Berilah tugas latihan, quiz, dan pertanyaan yang bersifat menjajagi penguasaan atas materi yang baru saja dipelajari siswa.

C. Tindak lanjut

1. Tampilkan hasil belajar siswa baik bentuk tulisan, hasil kerja individu /kelompok atau catatan-catatan lainnya pada papan buletin kelas.

2. Berilah tugas kerja berupa tulisan, membua alat peraga/ benda-benda , permainan , diskusi kelompok, pengamatan, klipping, prakarya atau bentuk lainnya)

3. Adakan kunjungan belajar (studi tour) ke obyek-obyek belajar, Sekolah lain, kunjungan ke obyek kerja atau mendatangkan pembicara tamu

4. Lakukan kegiatan yang merupakan penerapan dalam kehidupan sehari-hari

 

2.2           Ide – Ide Umum Untuk Suatu Motivasi

1.   Pastikan siswa mengerti betul tujuan kegiatan kelas dan tugas-tugas.

2.   Tunjukan antusias dan tertarik dengan apa yang anda rencanakan dan yang sedang dikerjakan.

3.   Berikan kuantitas isi pelajaran yang tepat dengan langkah-langkah yang tepat

4.   Variasikan prosedur dan aktifitas-aktifitas mengajar. Biarkan siswa mengikuti aktifitas-aktifitas yang mereka pillih dengan tanggung jawab untuk perubahan mereka.

5.   Gunakan contoh-contoh yang sudah tidak asing dalam penyampaian materi-materi anda. Jangan hanya meng ajarkan definisi-definisi, prinsip-prinsip, teori-teori, aturan-aturan . Pastikan untuk mengeksplesitkan hal-hal ini dengan contoh-contoh konkrit yang dapat dipahami siswa.

6.   Pilihlah materi-materi/ alat bantu tapi jangan menganggap materi-materi itu sudah mengandung motivasi. Pilih lah materi-materi yang sesuai dan menarik siswa pada topik atau pokok pokok bahasan yang telah dipertimbangkan.

7.   Gunakan benda-benda untuk pelajaran seperti : Perangko asing, koin-koin, contoh benda-benda antik, boneka-boneka dsb.

8.   Rencanakan orientasi pendahuluan anda (apa yang anda lakukan pada saat awal pelajaran) dengan seksama.

9.   Siswa-siswa tetap dipantau dalam proses belajar mereka, jangan membiarkan siswa dalam kesulitan mereka sendiri.

10. Ingatlah bahwa siswa-siswa perlu untuk dikenali oleh anda, oleh orang tua mereka, dan oleh kawan-kawan sebaya.

11. Ingatlah bahwa siswa perlu kesadaran dalam keberhasilan yang hendak dicapai, misalnya “ Bagaimana saya melakukan ? dan “ Apa yang sebaiknya saya lakukan di lain waktu?”

12. Bicaralah dengan siswa-siswa secara individu tentang problem-problem mereka, dan minat-minat mereka.

13. Bukalah buku catatan anda sewaktu-waktu dan tanyakan diri anda sendiri apa yang anda ketahui tentang setiap siswa di kelas.

14. Siswa kadang-kadang di motovasi dengan alat-alat ekstrinsik seperti test. Gunakan teknik ini secara bijaksana, bukan sebagai senjata untuk menghukum.

15. Beri pujian atau penghargaan untuk hasil kerja yang baik bagi individu, tapi dalam kelompok beri pujian yang sewajarnya.

16. Menggunakan versi yang termodifikasi dari kegiatan peragaan dan penjelaskan bagi pemula.

17. Ajaklah siswa membuat pertunjukkan film atau slide pada aktifitas kelas (misalnya : pelajaran bermain peran). Biarkan mereka yang merencanakan dan menulis cerita.

18. Biarkan siswa berpartisipasi dalam menyiapkan sebuah penyajian dengan berbagai media.

19. Belajar bekerja sama.

20. Gunakan nama kata dalam banyak kategori seperti : Sinonim, Inisial abjad yang sama, macam-macam kegunaan peristilahan sebagai indikator kelancaran.

21. Undang pembicara tamu kapan dan dimana yang tepat. Kemungkinan beberapa dari para orang tua dapat sebagai nara sumber (lih. No. 22)

22. Bentuk diskusi kelompok kecil dalam kelas. Hal ini sering lebih menguntungkan dibandingkan diskusi kelompok besar atau seluruh kelas.

23. Manfaatkan hari senin atau hari libur untuk bekumpul bersama teman sekelas dalam menyampaikan pengalaman yang menggairahkan dan menyenangkan.

24. Ajaklah siswa-siswa untuk menyiapkan suatu catatan penting nara sumber.

25. Cobalah bermain musik di kelasmu untuk keadaan suasana hati, menghilangkan kegelisahan dan ketegangan.

26. Gunakan alat permainan yang mendidik pada saat anda mengajar (mengacu ke bab II untuk sumbernya).

27. Cobalah bermain peran untuk mempermudah pemahaman dari materi-materi yang sedang dipelajari.

28. Cobalah bagian kontrak atau pengajaran kontrak.

29. Tulislah catatan perorangan dan pribadi untuk siswa-siswa di kertas-kertas mereka lebih baik di kertas angka atau skor nilai.

30. Cobalah kegiatan memutar ulang video dan mengulangnya di kelas.

31. Menciptakan suatu permainan yang mendidik yang sangat berguna dengan bantuan siswa di kelas.

32. Ajaklah siswa bekerjasama dengan anda secara bebas atau aktifitas-aktifitas yang pulang ke rumah agak terlambat. Hal ini membantu jalan ke luar bagi para orang tua.

33. Ajaklah siswa di kelas membantu merencanakan suatu perjalanan.

34. Biarkan siswa menciptakan dan merencang suatu permainan yang mendorong untuk suatu bidang mata pelajaran khusus atau persoalan yang kontroversial dalam bidang anda.

35. Kotak surat-kotak surat kreasi siswa dari kardus-kardus es krim untuk distribusi kertas-kertas.Pilihlah sebuah untuk anda sendiri . Setiap orang senang menerima surat. Anda boleh membatasi waktu pengiriman surat pada saat kelas pertama dimulai.

36. Buka kembali catatan-catatan lama dengan memindahkan kembali, gambar dan diagram-diagram jangan diambil , lalu biarkan siswa mengkreasikan catatan-catatan mereka sendiri.

37. Pemberian ijin dari tata usaha untuk mendekorasi ulang kelas anda dengan dinding yang cerah, hiasan-hiasan, dan barang-barang mebel.

38. Gunakan sebuah alat peraga/ alat bantu untuk mempertunjukkan pengalaman-pengalaman penting perorangan misalnya : menerjemahkan novel-novel (dalam bahasa Inggris) atau kejadian-kejadian zaman sekarang (studi sosial) atau lukisan-lukisan (seni).

39. Ajaklah siswa menghubungkan sejumlah artikel ke isi pokok bahasan.

40. Setiap hari Jum’at berikan suatu kantong kupon, untuk siswa yang selama seminggu memiliki prestasi yang baik boleh mengambil satu kupon dengan mata tertutup dari banyaknya kupon-kupon, seperti : “ Sekali bebas PR “, “ mendapat tambahan nilai 5 “, “ menjadi asisten selama sehari “, “ Satu es krim gratis”’ duduk di tempat yang kamu senangi selama sehari “.

BAB III

PENUTUP

 

3.1           Kesimpulan

Kemajuan bangsa memiliki kaitan yang erat dengan pendidikan, begitu juga kemajuan pendidikan sangatlah bergantung dari bagaimana motivasi belajar. Dengan demikian motivasi belajar anak harus selalu ditingkatkan. Peningkatan motivasi belajar anak juga pasti menemukan kendala-kendala yang menghambat prosesnya, maka dibutuhkan berbagai pihak dan strategi jitu agar proses peningkatannya tidak terhambat.

Dengan Strategi dan metode belajar yang baik dan mudah di pahami, anak didik akan menjadi termotivasi untuk lebih giat dan lebih tekun untuk belajar, supaya apa yang dia cita – citakan dapat tercapai. dan dengan strategi dan metode yang baik, anak didik bisa dengan mudah mendapatkan ilmu dan memahami ilmu yang sudah ia terima.

3.2           Saran

 Saran dari penulis dalam pembahasan kali ini adalah kita sebagai orang tua harus mengerti Karaktertistik belajar dan Metode atau Strategi belajar anak atau adik-adik kita, agar pada saat kita ingin memberikan motivasi belajar kepada mereka tidak salah langkah yang berakibat anak atau adik kita malah merasa tidah nyaman atau bosen dengan cara belajar yang kita berikan. Sekian dari tulisan ini, semoga dapat bermanfaat untuk orang banyak, maaf apabila ada kata-kata yang salah.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.theklc.com/index.php?option=com_content&view=article&id=164:strategi-memotivasi-siswa-dalam-pembelajaran&catid=21:spektrum&Itemid=129
  2. http://www.theklc.com/index.php?option=com_content&view=article&id=165:ide-strategi-pembeljaran&catid=21:spektrum&Itemid=129
  3. http://kurniasepta.com/memotivasi-siswa-sehingga-belajar-lebih-menarik-dan-menyenangkan
  4. http://www.anneahira.com/strategi-pembelajaran.htm
  5. http://dindyprajaya.wordpress.com/2012/11/13/strategi-mengajar-untuk-memotivasi-anak-dalam-menempuh-pendidikan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s