Jurnal Kekurangan dan Kelebihan Client-Server

Kekurangan dan Kelebihan Client-Server

Oleh:

Prapto Prasojo

Jurusan Sistem Informasi

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informatika, Universitas Gunadarma

Abstraksi

Client-Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi komputer sebagai Client dan Server. Server adalah system atau proses yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya yang terhubung dalam system jaringan, sedangkan Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server.

Client tidak dapat berfungsi sebagai Server, tetapi Server dapat berfungsi menjadi Client (server non-dedicated). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan dari Client, memproses dan memberikan hasil kepada Client, sedangkan Client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.

Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.

Pendahuluan

 

Latar Belakang

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, Client-Server merupakan terobosan dalam hal arsitektur komputer. Client-Server sendiri merupakan sebuah model dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server. Terdapat berbagai kelebihan dalam menggunakan model ini seperti misalkan dalam hal sharing resources, dimana server dapat melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.

Selain kelebihan, dalam model ini juga memiliki kekurangan. Salah satu diantaranya yaitu biaya operasional yang terbilang cukup mahal dikarenakan harus tersedianya satu computer yang memiliki kemampuan lebih yang nantinya akan ditugaskan sebagai server. Dan juga biaya perawatan untuk client dan juga server itu sendiri.

Dari beberapa contoh kelebihan dan kekurangan pada model Client-Server diatas, pada penelitian ini akan dibahas lebih rinci apa saja kelebihan dan kekurangannya serta mengenal lebih jauh apa yang dimaksud dengan Client-Server.

Metodologi Penulisan

            Metode penulisan yang digunakan dalam Penulisan Ilmiah ini ialah:

Pengumpulan Data:

            Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu Studi Pustaka, dengan mempelajari dan membaca teori tentang Client-Server yang menunjang penulisan ini serta referensi dari blog maupun jurnal lain yang akan menunjang pembahasan.

Analisis Data:

            Membahas tentang Client-Server serta kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh model ini.

Landasan Teori

Pengertian Client-Server

Arsitektur jaringan Client-Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Server adalah system atau proses yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya yang terhubung dalam system jaringan, sedangkan Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server.

Karakteristik Client-Server

Karakteristik dari Arsitektur Client Server yaitu:

  1. Servis (layanan)
  • Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda.
  • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.
  • Server sebagai provider, client sebagai konsumen.
  1. Sharing resources (sumber daya), Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
  2. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris), Many-to-one relationship antara client dan server. Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.
  3. Transparansi lokasi, Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
  4. Mix-and-Match, Perbedaan server client platforms
  5. Pesan berbasiskan komunikasi, Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
  6. Pemisahan interface dan implementasi, Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

 

Model Arsitektur Client-Server

Arsitektur client server dapat dibedakan menjadi 4 model, yaitu single-tier (satu lapis), two-tier (dua lapis), three-tier (3 lapis) dan multi-tier. Berikut penjelasan dari ketiga model arsitektur client server tersebut di atas:

  1. Arsitektur Single-tier (Satu Lapis)

Semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama pada arsitektur single tier ini. Model single tier adalah model yang sederhana, mudah digunakan pengguna (user) dan paling sedikit memiliki alternatif. Kelemahan dari arsitektur ini adalah kurang aman dan kurang memiliki skalabilitas.

  1. Arsitektur Two-tier (Dua Lapis)

Pengolahan informasi pada arsitektur ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem user interface (antarmuka pengguna) lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Arsitektur two tier memiliki tingkat kemanan yang lebih tinggi dan terukur daripada arsitektur single-tier. Arsitektur ini memiliki database pada komputer yang terpisah dan hal tersebut menyebabkan arsitektur ini dapat meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Arsitektur two- tier memiliki kelemahan, yaitu biayanya yang mahal, arsitekturnya yang kompleks, tidak adanya pembaruan kode, skalabilitasnya kurang dan tingkat kemanannya kurang. Di samping itu, kelebihan dari arsitektur two tier adalah mudah digunakan oleh pengguna, dapat menangani database server secara khusus dan bisnis lingkup kecil sangat cocok menggunakan arsitektur ini.

  1. Arsitektur Three-tier (Tiga Lapis)

Karena arsitektur sebelumnya memiliki cukup banyak kelemahan, maka dikembangkanlah arsitektur three tier ini yang akan membantu mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Arsitektur three-tier memiliki 3 lapisan. Kelebihan dari arsitektur ini adalah memiliki skala yang besar, transfer informasi antara web server dan server database optimal, tidak akan menyebabkan lapisan lain terkontaminasi salah jika salah satu lapisan terdapat keslahan. Dan kekurangannya, arsitektur ini lebih sulit untuk merancang, lebih sulit untuk mengatur dan lebih mahal.

  1. Arsitektur Multi-Tier

Adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi-Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.

Pembahasan

 

Kelebihan dan Kekurangan Client-Server Secara Umum:

 

Kelebihan atau Keunggulan dari sistem jaringan ini adalah:

  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
  • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
  • Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan.
  • Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral.

Kelemahan dalam jaringan Server – Client adalah sebagai berikut:

  • Biaya operasional relatif lebih mahal.
  • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
  • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
  • Membutuhkan software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000, XP,Novell, UNIX.
  • Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server.
  • Membutuhkan administrator yang professional.
  • Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak ada jika server mati.

 

Kelebihan dan Kekurangan Client-Server Berdasarkan Tipenya

  1. Standalone (one-tier)

Pemrosesan data dilakukan pada mainframe.

Kelebihan

  • Sangat mudah
  • Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan

Kekurangan

  • Skala kecil
  • Susah diamankan
  • Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
  • Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
  • Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
  1. Client/Server (two tier)

Pemrosesan data pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server.

Kelebihan

  • Mudah
  • Menangani Database Server secara khusus
  • Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
  • Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.

Kekurangan

  • Kurangnya skalabilitas
  • Koneksi database dijaga
  • Tidak ada keterbaharuan kode
  • Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi skala kecil.
  • Susah di amankan.
  • Lebih mahal.
  1. Three Tier

Arsitektur ini pengembangan arsitektur Client Server. Arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.

Kelebihan

  • Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
  • Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
  • Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
  • Skala besar.
  • Keamanan dibelakang firewall.
  • Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
  • Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
  • Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.

Kekurangan

  • Lebih susah untuk merancang
  • Lebih susah untuk mengatur
  • Lebih mahal
  1. Multi-Tier

Arsitektur Multi-Tier mirip dengan Three Tier. Kelebihan arsitektur ini dilengkapi UI (User Interface) dan Data Processing. Khususnya dengan adanya Business Logic Server.

Kelebihan

  • Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
  • Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
  • Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.
  • Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.

Kekurangan

  • Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
  • Lebih mahal

 

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa System Client-Server merupakan suatu sistem yang bermetode pada mengirim atau menyediakan data dari suatu sumber computer ke computer yang memintanya atau sebaliknya dengan cara yang efisien.

Arsitektur client server dapat dibedakan menjadi 4 model, yaitu single-tier (satu lapis), two-tier (dua lapis), three-tier (3 lapis) dan multi tier. Client-Server juga terdiri dari 3 komponen pembentuk yaitu Client, Middleware, dan Server yang merupakan fondasi agar system tersebut berjalan dengan baik. Kelebihan dan kekurangan dalam suatu sistem juga merupakan hal yang mutlak, seperti contoh: semakin baik dan aman suatu sistem Client-Server maka akan mahal pula perancangan dan pemeliharaan sistem Client-Server tersebut.

Daftar Pustaka

https://dunovteck.wordpress.com/2011/06/07/client-server/

http://alexaxeel.blogspot.co.id/2015/10/tugas-pengantar-telematika-jurnal-kasus_13.html

http://www.pintarkomputer.com/2014/07/pengertian-kelebihan-kekurangan-tipe-jaringan-komputer-client-server-dan-peer-to-peer.html

http://www.diwarta.com/2012/08/30/kelebihan-maupun-kelemahan-client-dan-server-dalam-jaringan-komputer.html

http://hanarosanti-hana93.blogspot.co.id/2012/06/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_21.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s